Jumat, 22 April 2016

Posted by Aldy Forester | File under : , , , ,
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai salah satu bagian sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang profesional dan terampil serta siap berkompetisi dalam merebut pasar tenaga kerja.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan yang sebelumnya bernama Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) bertujuan menyiapkan peserta didik untuk berperan dalam mendukung pembangunan sektor kehutanan. SMK Kehutanan diselenggarakan dan dibina oleh Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. SMK Kehutanan Negeri Makassar melayani 9 propinsi (Sulsel, Sulbar, Sultra, Sulteng, Gorontalo, Sulut, Maluku Utara, NTT dan NTB).

Kompetensi Keahlian
Kompetensi keahlian yang dikembangkan adalah Kehutanan dengan ruang lingkup meliputi :
-  Teknik Inventarisasi dan Pemetaan Hutan
-  Teknik Konservasi Sumberdaya Hutan.

Lulusan
Lulusan SMK Kehutanan diarahkan untuk : 
-  Bekerja di Instansi Pemerintah (Pusat/Daerah)
-  Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Negeri/Swasta
-  Bekerja di Dunia Usaha/Dunia Industri (BUMN/Swasta)
-  Menciptakan lapangan kerja (wirausaha)
Lulusan SMK Kehutanan dipersiapkan sebagai tenaga teknis menengah yang profesional dan siap pakai untuk melaksanakan pembangunan sektor kehutanan.

Persyaratan Calon Siswa 
-  Laki-laki atau Perempuan Warga Negara Indonesia.
-  Tamatan SMP/MTs tahun ajaran 2014/2015 dan 2015/2016.
-  Nilai rata-rata raport minimal untuk mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia semester 1 s/d 5 masing-masing minimal 75.00 (tujuh puluh lima koma nol).
-  Khusus pendaftar dari wilayah kawasan hutan nilai rata-rata raport sebagai mana poin diatas minimal 65.00 (enam puluh lima koma nol).
-  Belum menikah dan sanggup untuk tidak menikah selama pendidikan yang dinyatakan dengan surat pernyataan yang diketahui oleh orang tua.
-  Tinggi badan minimal 160 cm untuk laki-laki dan minimal 155 cm untuk wanit
ehat jasmani dan rohani, tidak cacat mata, dapat melihat secara stereoskopis dan tidak buta warna serta bebas dari penggunaan narkoba, bebas penyakit jantung, hepatitis dan dinyatakan dengan hasil tes kesehatan di SMK Kehutanan Negeri Makassar.
-  Surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian untuk tamatan tahun ajaran 2014/2015, dan keterangan dari kepala sekolah untuk tamatan tahun 2015/2016.
-  Lulus tes seleksi

Pendaftaran
Info Pendaftaran Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar akan dimulai pada 04 April - 14 Mei 2016 Jam 16:00 Wita.

Khusus Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara pendaftaran secara On-Line melalui http://smkkehutananmakassar.sch.id/ppdb

Selengkapnya silahkan baca DISINI

Jumat, 15 April 2016

Posted by Aldy Forester | File under : ,
Kebutuhan energi listrik alternatif kini semakin dibutuhkan, bahkan saat ini kita juga membutuhkan sumber energy listrik yang terbarukan. Selain kebutuhan listrik yang semakin tinggi. Kita juga harus mementingkan alam kita yang semakin rusak akibat pemanasan global. Krisis energi juga menjadi alasan utama bagaimana kita bisa menciptakan sumber listrik alternative yang aman dan ramah lingkungan.

Saat ini, energi listrik telah menjadi kebutuhan yang sulit terpisahkan dari segala aktifitas sehari-hari. Demikian pula dengan kegiatan industri dari skala kecil sampai besar, pemerintahan, kesehatan, teknologi, pendidikan dan lain sebagainya, dari tahun ke tahun terjadi peningkatan permintaan listrik. Padahal PLN sebagai pemasok listrik dalam negeri boleh dibilang kemampuannya nyaris tidak bertambah, dan itu pun terbatas jumlahnya.

Belimbing wuluh yang tumbuh subur di pekarangan rumah, dapat disulap menjadi zat pengurai yang mampu menghasilkan tenaga listrik alternatif, di tengah keluhan warga akan kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Untuk menciptakan energi listrik tersebut, awalnya belimbing yang biasa digunakan sebagai sayuran ini dihaluskan untuk diambil airnya. Selanjutnya, dengan menggunakan media tanah yang ditaruh dalam gelas bekas air mineral ini, air belimbingnya disuntikkan secukupnya.
Selanjutnya masing-masing gelas berisi tanah bercampur sari air belimbing ini dihubungkan dengan serangkaian kawat lempengan tembaga dan seng, guna mengalirkan arus listrik. Hasilnya, energi listrikpun tercipta dengan tegangan yang lumayan, yakni hingga mencapai 5 volt, cukup untuk menghidupkan lampu penerangan. Tegangan yang dihasilkan ini juga lebih besar dari tegangan satu buah batu baterai.

Alat dan bahan yang diperlukan :
1. Belimbing wuluh
2. Blender
3. Gelas plastik
4. Tanah air
5. Lempeng tembaga (sebagai elektroda positif)
6. Lempeng seng (sebagai elektroda negatif)
7. Kabel.

Cara pembuatannya :
-  Blender blimbing wuluh sampai halus
-  Siapkan gelas-gelas plastik dan diisi dengan tanah liat
-  Masukkan jus blimbing wuluh ke dalam gelas-gelas plastik yang sudah diisi tanah
-  Susun berderet gelas-gelas yang sudah diisi tanah dan jus blimbing wuluh
-  Buatlah rangkaian elektroda dengan menyambungkan antara lempeng tembaga dan lempeng seng menggunakan kabel (15 cm)
-  Susun rangkaian elektroda tersebut ke dalam gelas-gelas yang telah disiapkan sebelumnya, dengan susunan lempeng temaga-lempeng seng-lemeng tembaga dan begitu seterusnya, jadi satu gelas akan berisi susunan satu lempeng tembaga dan satu lempeng seng dari rangkaian elektroda yang berbeda.
-  Siapkan dua buah elektroda dengan kabel yang lebih panjang dan hanya menggunakan satu lempeng saja, satu tembaga dan satu seng. Untuk gelas terluar (gelas pertama dan terakhir yang hanya memiliki satu lempeng: gelas pertama lempeng tembaga dan gelas terakhir lempeng seng) disambungkan dengan rangkaian elektroda baru ini. Gelas pertama dengan rangkaian seng, gelas terakhir disambungkan dengan rangkaian tembaga. Ujung dari dua kabel rangkaian terakhir inilah yang akan disambungkan dengan lampu yang akan dinyalakan.
-  Jadilah rangkaian sederhana pembangkit energi alternatif ini
-  Satu gelas bisa menghasilkan energi sebesar 0,5 volt, jadi untuk menghasilkan energi yang lebih besar tinggal menambahkan jumlah gelas dalam rangkaian yang akan dibuat. Satu gelas rangkaian ini bisa bertahan lebih kurang selama 15 hari.
Energi listrik ini tercipta karena belimbing wuluh yang memiliki tingkat keasaman tinggi dapat menghantarkan ion dan elektron yang ada pada lempengan tembaga dan seng, sehingga terciptalah arus listrik. Rata-rata, 10 butir belimbing wuluh ini mampu menciptakan tegangan listrik hingga mencapai 2,5 volt atau setara dengan satu buah batu baterai kering. Bahkan energi listrik dari belimbing sayur ini dapat bertahan lama hingga mencapai satu bulan.


Berikut Cuplikan Video berita terkait Penggunaan Belimbing sebagai bahan pembuatan energi listrik alternatif :


Link : Taqqorub