Cendana (Santalum album L.) merupakan salah satu jenis pohon bernilai ekonomi tinggi yang secara alami banyak dikenal dari wilayah Nusa Tenggara Timur. Kayunya memiliki aroma khas dan mengandung minyak atsiri sehingga sejak dahulu dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk kerajinan, pewangi, dupa, serta bahan industri parfum dan kosmetik. Cendana juga merupakan salah satu jenis tanaman yang penting untuk dikembangkan kembali melalui kegiatan budidaya dan rehabilitasi lahan.
Salah satu karakteristik penting cendana adalah sifatnya sebagai tumbuhan hemiparasit. Artinya, cendana tetap melakukan fotosintesis sendiri, tetapi pada fase pertumbuhan tertentu membutuhkan tanaman lain sebagai tanaman inang untuk membantu memperoleh air dan unsur hara melalui hubungan pada sistem perakaran. Penelitian menunjukkan bahwa keberadaan tanaman inang dapat meningkatkan pertumbuhan cendana dibandingkan bibit yang ditanam tanpa inang.
Dalam sistem budidaya ini, kelor (Moringa oleifera) dapat digunakan sebagai salah satu tanaman inang. Penelitian yang dilakukan di Persemaian Fatukoa, Kupang, menunjukkan bahwa penggunaan kelor sebagai tanaman inang memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan diameter semai cendana.
Kelor juga memiliki kelebihan sebagai tanaman pendamping karena relatif cepat tumbuh, tahan terhadap kondisi panas dan kering, serta mudah diperbanyak.
Namun demikian, penggunaan kelor sebagai inang tidak berarti cendana hanya dapat hidup dengan kelor. Berbagai penelitian menunjukkan banyak jenis tanaman yang dapat berfungsi sebagai inang cendana. Oleh karena itu, teknik di bawah ini sebaiknya dipahami sebagai model budidaya praktis berbasis cendana–kelor, yang dapat disesuaikan dengan kondisi tanah, curah hujan dan pengalaman lokal.
Mengapa Kelor Digunakan sebagai Tanaman Inang?
Menyiapkan Tanaman Inang Kelor
Kelor dapat diperbanyak menggunakan biji maupun stek batang. Informasi budidaya kelor di Indonesia juga menunjukkan bahwa kedua metode tersebut umum digunakan dalam pembibitan.
Untuk sistem cendana–kelor, tanaman inang harus disiapkan sehingga pertumbuhan akarnya dapat berlangsung dengan baik.
Ada dua pendekatan:
Sistem A — Kelor ditanam terlebih dahulu
Kelor ditanam di polybag terlebih dahulu.
Setelah kelor tumbuh dan mempunyai sistem perakaran yang aktif, cendana ditanam pada polybag yang sama.
Kelebihan:
- akar kelor sudah berkembang;
- peluang kontak akar lebih cepat;
- kelor sudah dapat berfungsi sebagai inang ketika cendana mulai berkembang.
Mengapa Kelor Digunakan sebagai Tanaman Inang?
Hubungan antara cendana dan tanaman inang merupakan bagian penting dalam keberhasilan budidaya.
Cendana mempunyai akar yang membentuk struktur khusus yang disebut haustorium. Struktur tersebut dapat berhubungan dengan akar tanaman lain sehingga cendana memperoleh sebagian air dan unsur hara dari tanaman inangnya.
Penggunaan kelor mempunyai beberapa keuntungan:
- Kelor relatif cepat tumbuh.
- Kelor mampu beradaptasi pada kondisi tropis dan relatif kering.
- Kelor mudah diperbanyak.
- Kelor dapat dipelihara melalui pemangkasan.
- Sistem perakaran kelor dapat menjadi sumber hubungan akar bagi cendana.
- Kelor dapat tetap dipelihara sebagai tanaman produktif.
- Daun dan bagian lain kelor mempunyai berbagai manfaat sehingga tanaman inang tidak harus menjadi tanaman yang tidak berguna.
Penelitian di Fatukoa, Kupang, secara khusus menemukan bahwa perlakuan tanaman inang kelor memberikan pengaruh nyata terhadap diameter semai cendana. Ini menjadi salah satu dasar ilmiah yang mendukung penggunaan kelor dalam sistem pembibitan cendana.
Prinsip Utama Sistem Cendana–Kelor
Prinsip Utama Sistem Cendana–Kelor
Ada satu prinsip yang sangat penting :
"Jangan memperlakukan cendana seperti tanaman kehutanan biasa yang dapat tumbuh sendiri sejak awal".
Pada tahap awal, keberadaan tanaman inang harus diperhatikan.
Sistemnya dapat digambarkan sebagai berikut :
Benih cendana → persemaian → polybag → tanaman inang kelor → terbentuk hubungan akar → pembesaran bibit → persiapan lahan → penanaman lapangan → pemeliharaan cendana + inang → pertumbuhan jangka panjang.
Tanaman inang bukan hanya diperlukan di persemaian. Setelah cendana dipindahkan ke lapangan, keberadaan tanaman inang tetap perlu diperhatikan karena cendana dapat terus berhubungan dengan tanaman lain melalui sistem perakarannya.
Persiapan Lokasi Persemaian
Lokasi persemaian sebaiknya memenuhi beberapa persyaratan :
- mendapatkan cahaya matahari yang cukup;
- tidak tergenang;
- mempunyai sumber air;
- terlindung dari angin yang terlalu kencang;
- mudah diawasi;
- memiliki drainase yang baik;
- mudah dijangkau untuk kegiatan penyiraman dan pemeliharaan.
Pada tahap awal, bibit cendana sebaiknya tidak langsung ditempatkan pada kondisi panas ekstrem sepanjang hari. Gunakan naungan ringan, kemudian tingkatkan paparan cahaya secara bertahap sesuai perkembangan bibit.
Tujuannya adalah mencegah bibit mengalami stres akibat perubahan kondisi lingkungan yang terlalu mendadak.
Persiapan Benih Cendana
Gunakan benih dari sumber yang jelas dan sehat. Benih sebaiknya :
- berasal dari pohon induk yang sehat;
- mempunyai tingkat kematangan yang baik;
- tidak terserang jamur;
- tidak rusak secara fisik;
- tidak berbau busuk;
- memiliki daya kecambah yang baik.
Untuk kegiatan penanaman dalam jumlah besar, sebaiknya sumber benih dicatat, termasuk asal lokasi dan tanggal pengumpulan.
Hal ini penting untuk dokumentasi dan pengelolaan sumber genetik tanaman.
Penyemaian Benih Cendana
Benih cendana dapat terlebih dahulu dikecambahkan sebelum dipindahkan ke polybag.
Media persemaian harus : gembur; memiliki drainase baik; tidak mudah memadat; memiliki bahan organik yang cukup; bebas dari sampah dan sumber penyakit.
Hindari media yang terlalu liat atau mudah menahan air karena kondisi terlalu basah dapat menyebabkan gangguan pada akar.
Benih ditanam dangkal dan dijaga kelembapannya.
Penyiraman dilakukan secukupnya. Prinsipnya:
Media lembap, bukan tergenang.
Menyiapkan Polybag
Setelah kecambah atau bibit cendana siap, bibit dapat dipindahkan ke polybag.
Ukuran polybag dapat disesuaikan dengan lama bibit akan dipelihara di persemaian. Untuk pembibitan awal, gunakan polybag yang cukup untuk perkembangan akar dan mempunyai lubang drainase.
Sebagai praktik lapangan, ukuran sekitar:
15 × 20 cm sampai 20 × 25 cm
dapat digunakan untuk fase awal, kemudian bibit dapat dipindahkan ke wadah lebih besar apabila masa pemeliharaan diperpanjang.
Jangan menggunakan polybag tanpa lubang drainase.
Media Tanam Polybag
Media dapat dibuat dari kombinasi:
- tanah lapisan atas;
- kompos atau pupuk kandang matang;
- bahan pembenah untuk meningkatkan porositas, seperti sekam bakar.
Contoh campuran praktis :
2 bagian tanah : 1 bagian kompos matang : 1 bagian sekam bakar.
Campuran tersebut bukan formula mutlak. Kondisi tanah setempat harus menjadi pertimbangan.
Yang terpenting adalah media:
- gembur;
- tidak mudah memadat;
- mempunyai drainase baik;
- mampu mempertahankan kelembapan;
- mengandung bahan organik;
- tidak mengandung sumber penyakit.
Sebelum digunakan, media sebaiknya dibersihkan dari akar gulma, batu dan bahan yang belum terurai.Menyiapkan Tanaman Inang Kelor
Kelor dapat diperbanyak menggunakan biji maupun stek batang. Informasi budidaya kelor di Indonesia juga menunjukkan bahwa kedua metode tersebut umum digunakan dalam pembibitan.
Untuk sistem cendana–kelor, tanaman inang harus disiapkan sehingga pertumbuhan akarnya dapat berlangsung dengan baik.
Ada dua pendekatan:
Sistem A — Kelor ditanam terlebih dahulu
Kelor ditanam di polybag terlebih dahulu.
Setelah kelor tumbuh dan mempunyai sistem perakaran yang aktif, cendana ditanam pada polybag yang sama.
Kelebihan:
- akar kelor sudah berkembang;
- peluang kontak akar lebih cepat;
- kelor sudah dapat berfungsi sebagai inang ketika cendana mulai berkembang.
Sistem B — Kelor dan cendana ditanam hampir bersamaan
Benih/bibit kelor ditanam lebih dahulu atau bersamaan dengan bibit cendana.
Metode ini lebih sederhana, tetapi waktu pembentukan sistem perakaran inang harus diperhatikan.
Untuk produksi bibit dalam jumlah besar, sistem A lebih mudah dikontrol karena perkembangan tanaman inang dapat dipantau terlebih dahulu.
Benih/bibit kelor ditanam lebih dahulu atau bersamaan dengan bibit cendana.
Metode ini lebih sederhana, tetapi waktu pembentukan sistem perakaran inang harus diperhatikan.
Untuk produksi bibit dalam jumlah besar, sistem A lebih mudah dikontrol karena perkembangan tanaman inang dapat dipantau terlebih dahulu.
Penempatan Kelor dan Cendana dalam Polybag
Ini merupakan tahap yang sangat penting.
Jangan menempatkan cendana terlalu jauh dari akar kelor.
Tujuannya bukan agar akar kedua tanaman bercampur secara berlebihan, tetapi agar terdapat peluang terbentuknya hubungan akar antara cendana dan tanaman inang.
Prinsip sederhananya:
Kelor → akar kelor → zona akar cendana → akar cendana
Jaga agar kedua tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup.
Jangan sampai akar kelor mendominasi seluruh media.
Ini merupakan tahap yang sangat penting.
Jangan menempatkan cendana terlalu jauh dari akar kelor.
Tujuannya bukan agar akar kedua tanaman bercampur secara berlebihan, tetapi agar terdapat peluang terbentuknya hubungan akar antara cendana dan tanaman inang.
Prinsip sederhananya:
Kelor → akar kelor → zona akar cendana → akar cendana
Jaga agar kedua tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup.
Jangan sampai akar kelor mendominasi seluruh media.
Penanaman Bibit Cendana ke Polybag Berisi Kelor
Setelah tanaman kelor cukup berkembang :
- Siram media terlebih dahulu.
- Buat lubang tanam kecil.
- Masukkan bibit cendana secara hati-hati.
- Jangan merusak akar.
- Tutup kembali dengan media.
- Padatkan secara ringan.
- Siram secukupnya.
Jangan menekan media terlalu keras.
Akar cendana pada fase awal masih sangat rentan terhadap kerusakan mekanis.
Setelah tanaman kelor cukup berkembang :
- Siram media terlebih dahulu.
- Buat lubang tanam kecil.
- Masukkan bibit cendana secara hati-hati.
- Jangan merusak akar.
- Tutup kembali dengan media.
- Padatkan secara ringan.
- Siram secukupnya.
Jangan menekan media terlalu keras.
Akar cendana pada fase awal masih sangat rentan terhadap kerusakan mekanis.
Pemeliharaan Bibit Cendana–Kelor
A. Penyiraman
Penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi cuaca.
Pada musim panas, penyiraman mungkin perlu dilakukan lebih sering.
Pada musim hujan, frekuensi penyiraman dikurangi.
Yang harus dihindari adalah : kekeringan ekstrem maupun genangan.
Penelitian menunjukkan bahwa kekeringan dapat menurunkan pertumbuhan dan fotosintesis cendana, sementara keberadaan tanaman inang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan respons fisiologis bibit terhadap kondisi kekeringan.
Penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi cuaca.
Pada musim panas, penyiraman mungkin perlu dilakukan lebih sering.
Pada musim hujan, frekuensi penyiraman dikurangi.
Yang harus dihindari adalah : kekeringan ekstrem maupun genangan.
Penelitian menunjukkan bahwa kekeringan dapat menurunkan pertumbuhan dan fotosintesis cendana, sementara keberadaan tanaman inang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan respons fisiologis bibit terhadap kondisi kekeringan.
Pengaturan Naungan
Bibit muda membutuhkan perlindungan dari kondisi lingkungan ekstrem.
Naungan dapat digunakan pada fase awal.
Namun, jangan membuat persemaian terlalu gelap.
Cendana tetap membutuhkan cahaya untuk melakukan fotosintesis.
Naungan secara bertahap dapat dikurangi ketika bibit mulai kuat.
Prinsipnya : bibit muda → naungan lebih tinggi
kemudian : bibit semakin kuat → cahaya ditingkatkan secara bertahap.
Pemangkasan Kelor
Pemangkasan merupakan salah satu kegiatan penting dalam sistem cendana–kelor.
Kelor yang terlalu besar dapat :
- menaungi cendana secara berlebihan;
- mengambil air dan unsur hara terlalu banyak;
- mendominasi ruang tumbuh;
- menghambat penerimaan cahaya oleh cendana.
Sebaliknya, kelor yang terlalu sering dipangkas juga dapat mengurangi fungsi tanaman inang.
Karena itu, lakukan pemangkasan secara selektif.
Tujuannya bukan membunuh atau menghilangkan kelor, tetapi mengendalikan ukuran tanaman inang agar tetap mendukung pertumbuhan cendana.
Bibit muda membutuhkan perlindungan dari kondisi lingkungan ekstrem.
Naungan dapat digunakan pada fase awal.
Namun, jangan membuat persemaian terlalu gelap.
Cendana tetap membutuhkan cahaya untuk melakukan fotosintesis.
Naungan secara bertahap dapat dikurangi ketika bibit mulai kuat.
Prinsipnya : bibit muda → naungan lebih tinggi
kemudian : bibit semakin kuat → cahaya ditingkatkan secara bertahap.
Pemangkasan Kelor
Pemangkasan merupakan salah satu kegiatan penting dalam sistem cendana–kelor.
Kelor yang terlalu besar dapat :
- menaungi cendana secara berlebihan;
- mengambil air dan unsur hara terlalu banyak;
- mendominasi ruang tumbuh;
- menghambat penerimaan cahaya oleh cendana.
Sebaliknya, kelor yang terlalu sering dipangkas juga dapat mengurangi fungsi tanaman inang.
Karena itu, lakukan pemangkasan secara selektif.
Tujuannya bukan membunuh atau menghilangkan kelor, tetapi mengendalikan ukuran tanaman inang agar tetap mendukung pertumbuhan cendana.
BERSAMBUNG............😅





